http://fonts.googleapis.com/css?family=Tangerine:bold,bolditalic|Inconsolata:italic|Droid+Sans

Social Icons

Sabtu, 22 September 2012

Ayah, Sosok Yang Ku Contoh

Hem udah lama enggak ngepost. Sebenarnya aku gak tau mau diapain blog ini, dan mau ngapain sekarang. Intinya aku bingung. Dan akhirnya, ilham datang padaku menyampaikan suatu ide yang cemerlang. Baik, hari ini aku akan membahas tentang sesosok pria yang membuat hidupku bearti. Karna tanpa beliau ini, SUDAH PASTI aku tidak ada di dunia ini.
Here we go...

Sosok yang aku ceritakan itu kupanggil 'papa'. Di kebanyakan keluarga, yang jaga rumah untuk mengurus anak2nya adalah ibu. Sepertinya di keluargaku ini agak unik karena yang mengurus anak2nya adalah ayah. Yap! Jadi ketika aku masih kecil, papa mengurus popokku, memberi makan aku, dan memandikanku. Mengapa demikian? Bukan karna papaku itu tidak ada kerjaan alias pengangguran! Salah besar itu! Papa ku adalah seorang hamba Tuhan (what we called it 'pendeta'). Jadi tugasnya hanya fokus untuk memberitakan injil, melayani orang2, dan melayani keluarga :) Mama ku seorang guru.
Oh iya, my father's name is Benyamin Baye S.Th . Dulu, ketika aku sd, banyak teman sd aku yang mengejek nama papaku. Dan tentunya aku marah besar. Dan akhirnya aku kelahi dengan orang tersebut hingga masuk kantor guru :D Aku bangga loh! :p
Akupun tumbuh dewasa dengan sejuta kasih sayang yang kedua orangtua ku berikan padaku. Hingga sekarang, aku yang sedang menjalani suatu proses disebut 'pendewasaan' :))
Ketika di tanya orang papaku itu orangnya kayak gimana. Aku tersenyum dan menjawab: 
1.  "Tegas". "Tegas" bukan berarti galak. Tegas itu patut dimiliki untuk semua pemimpin dalam keluarga untuk memimpin keluarganya. Ketika aku masih kecil, rotan itu sudah biasa dipegang papa untuk menghajar anak2nya. Meskipun demikian, papaku itu luluh ketika melihat anak2nya menangis :")
2.  "Humoris". Papaku humoris. Makanya di keluarga ini tidak pernah ada kata diam setiap harinya. Selalu ribut. Maksudnya ribut ini heboh bah :/ 
3.  "Diam" Pernah suatu ketika ada yang menghina papaku. Tapi papaku hanya diam saja. Hingga suatu ketika orang tersebut mendapat ganjaran :"D
4.  "Tidak bisa diam ketika melihat suatu kejanggalan" Papaku bisa merasakan kalau aku lagi sedih, kalau ada yang tidak beres di keluarga ku. Dan apabila terjadi demikian, kami sekeluarga berkumpul di ruang keluarga dan sharing. Sharing merupakan hal yang paling membuatku ngerasa inilah keluarga yang sempurna. ')) Nah, di dalam sharing itulah, semua menjadi jelas :)
5.  "Emosi dalam tanda kutip" Ketika kami melakukan sebuah kesalahan, papaku seketika emosi. Dan kalo udah emosi, kami semua diam. Tidak ada satupun yang berani melawan. Dan kira2 10mnt kemudian, papaku sendirilah yang mencairkan suasana. Mengapa demikian? Menurut beliau, memendam emosi itu tidak bagus. Meluapkan yang lebih bagus B))


Papaku itu contoh teladan buat aku dalam hal memimpin. Papaku juga contoh teladan suami ku yang akan datang. Suami ku nantinya harus banyak2 belajar dari papa. HARUS! 
Oh ya, ini foto2 papaku... Jangan terpesona dengan kegantengannya ^^





Banyak anak zaman sekarang yang tidak suka dngan ayahnya. Yang perlu aku bilang. Sayangilah ayahmu sebelum ayahmu dipanggil Yang Di Atas. Segala yang membuat mu tidak suka dengan ayahmu itu akan membuat kangen ketika ayahmu pergi... 




Sincerely,

0 komentar:

Posting Komentar

Leave comments here

Clock